Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Buruh Tani Gantung Diri di Pohon Rambutan
Tejakula
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang buruh tani, Wayan Sukamar (30), warga Dusun Sukadarma, Desa Tejakula, ditemukan tewas dengan gantung diri, Sabtu,(26/7). Korban diduga bunuh diri karena tak kuat menahan himpitan ekonomi.
Korban Wayan Sukamar ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tergantung mengunakan tali nilon warna biru pada sebatang pohon rambutan." Saat ditemukan telah meninggal dunia dan langsung diturunkan warga," ujat Kapolsek Tejakula, AKP. Made Putra Adnyana.
Tewasnya korban dengan gantung diri di areal kebun miliknya itu diketahui pertama kali oleh Ketut Sukarata (44). Kontan saja penemuan korban yang telah tewas itu mengegerkan warga setempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan olah lokasi peristiwa, korban murni tewas akibat gantung diri, sebab polisi dan Tim Medis dari Puskesmas Tejakula tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Untuk sementara, aksi nekat yang dilakukan korban kita duga lantaran masalah ekonomi. Hal itu berdasarkan sejumlah keterangan yang diberikan saksi, sebab sebelum melakukan aksi gantung diri itu korban sempat mengeluh masalah penghasilan di tengah kondisi sulit saat ini," ungkap Putra Adnyana. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2458 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun