Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Mayat Wanita Terlentang Di Pinggir Got Pura
Kampung Bugis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Mayat wanita tanpa identitas, Senin (4/8) siang menggemparkan warga Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng. Saat ditemukan sejumlah warga setempat, mayat ini tergeletak tanpa nyawa di pinggir sebuah got, hanya beberapa meter dari tembok pembatas Pura Segara Desa Pakraman Buleleng, di Kawasan eks Pelabuhan Buleleng.
" Sudah kita temukan dengan kondisi begini ibu ini. Tadi sebelum musibah, korban masuk ke Pura minta pinjam kamar kecil. Kemudian saya antar ke kamar mandi. Setelah selesai, ibu ini sudah ke pergi ke arah timur. Kemudian ada orang berteriak dan telah menemukan ibu ini meninggal dunia," ungkap Putu Natih alias Koplar (40) penjaga Pura Segara Buleleng.
Polisi yang mendatangi lokasi peristiwa langsung melakukan olah lokasi peristiwa. Namun dalam olah lokasi peristiwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
" Ini masih kita selidiki dulu, identitasnya juga kita tidak tahu, akan kita bawa untuk visum ke RSUD Buleleng," ujar Kapolsektif Kota Singaraja, AKP Putu Juen.
Dari lokasi peristiwa, polisi juga menemukan adanya sisa air dalam kemasan minuman gelas air meneral yang diduga habis dikonsumsi korban. Meski demikian, polisi belum berani memastikan atau mengaitkan temuan air sisa itu dengan korban yang telah tewas terlentang di tanah dan masih mengenakan kamben (kain), baju bermotif bunga-bunga serta pakaian linmas warna hijau. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan