Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sports Arts Tourism ala Bali
Sibang Kaja
BERITABALI.COM, BADUNG.
Jika Jepang memiliki sumo sebagai olahraga bela diri, Bali juga memiliki olahraga bela diri yang tak kalah menarik yang sarat dengan unsur budaya. Seni olah raga bela diri itu adalah Mepantigan (gulat dalam lumpur). Mepantigan berasal dari bahasa Bali yaitu panting yang berarti banting.
Pendiri Bali Mepantingan Arts, Putu Witsen Wijaya menyatakan secara umum Mepantigan merupakan olahraga gulat, namun gulat dalam aksi mepantigan kali ini merupakan olah raga gulat dalam lumpur.
"Meskipun gerakan mepantigan perpaduan berbagai seni bela diri tapi lebih spesifik seperti gulat yaitu ada teknik banting dan kunci," kata Putu Witsen Wijaya dalam keterangannya saat pelaksanaan pembukaan olah raga mepantigan pertama di Sibang Kaja, Abiansemal, Badung, Jumat (15/8).
Witsen menyebutkan, yang unik dalam olah raga mepantigan ini yaitu aksi gulat yang dilakukan di tengah sawah. "Kami menyediakan sawah khusus bebas dari bahan kimia sebagai arena," ujar Putu Witsen.
Menurut Witsen, sawah dan lumpur sebagai arena bukan tanpa makna, disini ada konsep Dewi Sri sebagai lambang dari padi atau kesuburan. Selain itu, unsur tradisi lainnya adalah kostum yang melekat pada petarung, mereka memakai kamben dan udeng (ikat kepala) saat berlaga.
Olahraga mepantigan pada dasarnya dapat diikuti oleh masyarkat umum yang terbagi dalam 8 kategori, terdiri dari kelompok senior putra putri, fin, fly, bantam, feather, light, welter, middle dan heavy. Perayaan ini juga dimeriahkan oleh acara pendukung seperti Balinesse Body Painting, Orkestra, Demonstrasi Pencak Silat Kuno Bali dan Kecak Bamboo Fire Bali. Para petarung yang berlaga diikuti oleh gambelan baleganjur, hal ini merupakan kolaborasi antara tari, musik dan olahraga.
Witsen menambahkan, event olahraga mepantigan ini akan menjadi agenda tahunan, apalagi event ini merupakan momentum penting bagi dunia pariwisata terutama dalam pengembangan destinasi wisata dunia. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2796 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2028 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1969 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1801 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun