Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Puluhan Pecandu dan ODHA Ikut Upacara HUT RI
Sidakarya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Puluhan mantan pecandu, pecandu narkoba, dan pengidap HIV/AIDS menggelar upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-63. Upacara bendera ini juga sekaligus menjadi protes tindakan diskriminasi dan kriminalisasi yang mereka terima selama ini.
Sepintas, upacara bendera yang berlangsung pagi ini di Sidakarya Denpasar ini sama dengan upacara bendera HUT kemerdekaan RI lainnya. Namun setelah mengikuti dari dekat upacara bendera ini, perbedaan baru terlihat karena diikuti oleh puluhan pecandu, mantan pecandu, dan orang yang hidup dengan penyakit HIV/AIDS dari Kota Denpasar dan sekitarnya.
Seperti upacara bendera lainnya, upacara bendera ini juga terdiri dari pembina upacara, pemimpin upacara, hingga petugas pengibar bendera. Pengibaran bendera merah putih dalam upacara ini dilakukan secara sederhana, yakni dengan diikat pada sebatang bambu.
Meski ada beberapa peserta upacara yang masih dalam perawatan ketergantungan narkoba, namun mereka tetap semangat mengikuti upacara bendera ini hingga selesai.
"Lewat upacara ini kita ingin membuktikan bahwa kita sama dengan warga Indonesia lainnya yang cinta tanah air serta ingin mendapat perlakuan yang sama di segala bidang. Meski kita belum sepenuhnya merdeka karena masih ada diskrimnasi dan kriminalisasi, tapi kita tetap mencintai negeri ini," kata Gusti Ngurah Wahyunda, koordinator upacara ini. (bob)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan