Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ribuan Warga Ikut Tajen Massal di Payangan
Payangan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sudah menjadi tradisi, setiap hari raya Kuningan digelar tajen atau sabung ayam massal di Pura Hyang Api, Desa Klusa, Payangan. Tak tanggung-tanggung, Tajen yang melibatkan seluruh bebotoh di Bali ini digelar selama satu bulan penuh.
Baca juga:
2 Desa dan 1 Kelurahan di Karangasem Jadi
Tabuh Rah atau tajen massal ini sudah dimulai sejak pukul 6 pagi waktu setempat. Sejak pagi, ribuan bebotoh atau warga penghobi adu ayam (tajen) dari seluruh penjuru Bali sudah memenuhi areal Pura Hyang Api.
Di areal Pura Hyang Api, para bebotoh kemudian mulai mencari lawan untuk mengadu ayam jagonya. Dalam tabuh rah massal ini, jumlah arena untuk adu ayam jago tidak dibatasi.
Para bebotoh bisa menggelar tajen atau adu ayam jago lengkap dengan taji atau pisau kecil yang diikat di kaki ayam jago, di mana saja, di seluruh bagian jaba (luar) pura hingga bagian madya (tengah) pura.
Karena jumlah arena yang tidak dibatasi, maka jumlah arena yang digunakan untuk adu ayam jago mencapai ratusan.
Kendati diwarnai dengan taruhan uang, namun warga mengganggap hal ini bukan judi.
Bendesa Pekraman Klusa, Payangan, I Wayan Jawi, mengatakan ritual ini merupakan tradisi untuk membayar kaul ( janji) kepada Bhatara dan Dewa di pura ini.
Baca juga:
2 Desa dan 1 Kelurahan di Karangasem Jadi
“Jika tak melaksanakannya, maka hewan peliharaan warga bakal terkena wabah penyakit hingga meninggal alias grubug ( mati mendadak),†kata Jawi.
“ Kegiatan ritual ini sekaligus memohon kepada Tuhan agar hewan peliharaan warga selamat,“ imbuhnya.
Salah satu warga yang ikut sabungan ayam, I Wayan Kertiyasa, juga mempercayai hal itu.
Pria asal Ubud ini percaya dengan ikut metajen, sekaligus nunas ( memohon) air suci di Pura Hyang Api, hewan peliharaannya akan selamat dari wabah penyakit.
“ Ini sudah sering kami buktikan, untuk itu kami hadir di sini,“ jelas Wayan.
Setelah hari ini (Kuningan) tajen massal di pura ini akan digelar setiap lima hari sekali, setiap hari Kliwon, selama satu bulan penuh. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5974 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan