Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Baliho Demokrat Dicorat-Coret
Blahbatuh
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menjelang Pemilu 2009, aksi kampanye hitam mulai marak di Kabupaten Gianyar. Minggu (7/9), sebuah baliho Partai Demokrat, yang identik dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono ini dicorat-coret oleh orang tak dikenal.
Baliho Partai Demokrat yang terkena aksi vandalisme ini terpasang di depan Kantor DPC Demokrat jalan Raya Buruan, Blahbatuh, Gianyar.
Dalam Baliho itu tertulis lakon dongeng ‘Cupak’. Figur Cupak ini merupakan simbol orang rakus.
Menanggapi masalah kampanye hitam ini, Ketua DPC Demokrat Gianyar, I Ketut Jata langsung angkat suara. Dirinya menuding oknum yang melakukan ini tak bertanggung-jawab dan orang tak cerdas.
“ Enggak jamannya sekarang ini bergaya seperti ini, rakyat udah melek,“ jelasnya.
Lebih jauh, sambung Pria yang cukup dekat dengan Presiden RI ini mengatakan selain tak cerdas, pelaku juga dianggap cemburu bahkan terkesan ketakutan dengan hadirnya partai yang sejatinya dekat dengan rakyat ini.
“ Daripada mengurus persoalan seperti ini, lebih baik saya berbuat untuk masyarakat, “ ungkapnya.
Terus apa masalah ini dilaporkan ke Polisi? Jata mengaku dirinya tak akan melaporkannya. Menurutnya masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pilihan.
“ Saya tak akan melaporkan masalah ini ke Polisi, tapi biarlah rakyat yang memberikan penilaian, “ tuturnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5226 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3433 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2213 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 938 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan