Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Cari Mangsa, Pelacur ‘Veteran’ Disergap
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
7 orang pelacur, dua diantaranya pelacur kategori veteran alias berusia lanjut, disergap polisi saat mencari mangsa di kawasan Lumintang dan Jalan Bung Tomo Denpasar.
Razia pelacur yang dilakukan jajaran Polsek Denbar, dipimpin langsung Kapolsek Denbar AKP IB Mantra bersama 8 anggota buser.
Razia pelacur dadakan ini mengejutkan gerombolan pelacur yang mangkal di wilayah Lumintang. Mereka kaget dan kocar-kacir begitu melihat petugas berpakaian preman mendekat.
Ada yang kesandung, dan ada pula yang jatuh ke got, di areal lapangan. Yang menarik, sebagian para penjaja seks ini kabur ke rumah rumah penduduk, menghindari kejaran petugas. Namun berkat ketangkasan satuan buser, mereka berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Denbar.
Penjaja kenikmatan sesaat yang berhasil digaruk, berinisial AR (28) asal Banyuwangi, MS (38) asal Karangasem, Mu (51) asal Jember dan Mar (36) asal Banyuwangi.
“Para PSK berkeliaran dan kita tangkap. Ini merupakan instruksi dari Kapoltabes untk menertibkan ajang prostitusi menjelang puasa dan lebaran,†tegas Kapolsek.
Di kawasan Bung tomo, petugas tidak kesulitan menangkap 3 pelacur. Maklum saja, mereka ditangkap saat sedang bergerombol mencari mangsa lelaki hidung belang.
Pelacur yang biasa melayani pria hidung belang di semak- semak ini langsung dibawa petugas ke mako Polsek Denbar.
Mereka yang disergap tim buru sergap adalah Ros (24) asal Situbondo, BW (53) asal Banyuwangi dan Rif (32) asal Banyuwangi. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3331 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan