Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Lari Pagi, Tukang Ukir Ditemukan Jadi Mayat
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang penderita epelipsi asal Banjar Madangan Petak Kaja, Gianyar ditemukan telah menjadi mayat. Pria bernama lengkap I Nyoman Sutarma (38) tewas ketika sedang olah raga lari pagi.
Berdasarkan keterangan di TKP, korban sendiri kerap olahraga lari di pagi hari. Pria yang kesehariannya sebagai tukang ukir ini, Senin (15/9), sekitar pukul 10. 30 Wita ditemukan telah menjadi mayat di kampung halamannya Banjar Madangan, Petak Kaja, Gianyar.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Perbekel (kepala desa) Petak, I Ketut Mahardika, korban seuasi lari pagi beristirahat di bawah pohon kamboja wilayah setempat.
Tiba-tiba, penyakit epilepsi korban kumat dan terjatuh ke parit tanpa air. Karena jatuh telungkup, kemungkinan korban tewas karena nafasnya sesak.
Korban ditemukan pertama kali oleh kerabatnya, I Made Ngenteg. Begitu ditemukan, Ngenteg bersama warga lainnya melaporkan kasus ini ke Mapolsek Gianyar.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Kapolsek Kota Gianyar, AKP I Nyoman Suarnatha ketika dimintai keterangannya membenarkan kejadian ini. Tak ada tindakan kriminal pada kejadian ini. Korban tewas murni lantaran terpeleset, dan menderita penyakit Epelipsi.
“ Setelah kami selidiki tak ada unsur tindakan kriminal dalam kasus ini, “ ungkapnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8025 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5650 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2392 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan