Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ketua BMI Gianyar Terancam Copot
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pencalegan di tubuh internal partai asuhan mantan Presiden RI, Megawati Soekarno Putri kian panas di Gianyar. DPC PDIP memberikan ancaman kepada Ketua BMI Gianyar, I Made Wirasila yang telah pindah ke partai lain.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
“ Sampai saat ini, kami belum menerima laporan secara resmi, prihal pindahnya Wirasila ke partai lain, “ kata Sekretaris DPC PDIP Gianyar, Pande Purwata.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wirasila tercatat sebagai anggota resmi di Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) pimpinan Roy BB Janis. Bukan hanya anggota, pria pengusaha jual beli mobil ini menjadi Caleg dengan nomor urut 2 di Dapil (Daerah Pemilihan) Sukawati.
Wirasila yang juga Kelian Banjar Tegaljaya memilih partai ini, lantaran dirinya kecewa karena tidak menjadi caleg di PDIP. Padahal, pengabdiannya di partai pimpinan Megawati ini tergolong lama.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Sementara itu, sampai saat ini, DPC PDIP masih mengecek kebenaran berita tersebut. Jika, memang benar, gimana lagi, Wirasila mesti dicopot jabatannya sebagai Ketua BMI (Banteng Muda Indonesia). “Sudah pasti akan diganti, kalau memang sudah terbukti pindah ke partai lain, “ ungkapnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1182 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1128 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 898 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 820 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 569 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun