Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Lagi, Pelajar Tewas Tabrakan
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Lagi, salah seorang pelajar asal Serongga Kaja, Gianyar tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak mobil box.
Kejadian naas ini terjadi di Jalan By Pas Ida Bagus Mantera. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan kejadian yang terjadi sekitar pukul 9.30 Wita ini, dipicu lantaran korban bernama I Putu Darmajaya (18) sepeda motor bernopol DK 6837 LH ini bersenggolan dengan sepeda motor yang tak diketahui identitasnya.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Korban sendiri datang dari arah Timur menuju Barat, saat tersenggol korban tak bisa mengendalikan sepeda motornya, kemudian mengambil haluan ke kanan. Nah, pas mengambil haluan ke kanan, mobil Box bernopol DK 9634 AH yang dikendarai I Ketut Suardika (28) menabrak sepeda motor sekaligus korban.
Nyawa sopir mobil box asal Jalan Noja, Denpasar ini bisa diselamatkan, sedangkan korban Darmajaya tewas ditempat dalam keadaan kepala pecah, hidung berdarah dan rahang remuk.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Pahumas Polres Gianyar, Kompol I Gde Sujana seijin Kapolres ketika dimintai keterangannya membenarkan kejadian ini. “Kami masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut, untuk bukti-bukti, “ ungkapnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1105 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 819 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 734 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun