Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Lagi, Warga Tegalcangkring Nglurug Gedung Dewan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah berulangkali mendatangi DPRD Jembrana, sejumlah warga Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo kembali nglurug gedung wakil rakyat tersebut guna mempertanyakan perubahan status Tegalcangkring dari desa menjadi kelurahan, Kamis (9/10).
Kehadiran warga Tegalcangkring yang diwakili oleh Putu Darmada, Ketut Sukirta dan 3 temannya diterima oleh Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Putu Dwita beserta wakilnya Ketut Subadi. Menurut mereka dengan perubahan status tersebut situasi di Tegalcangkring menjadi tidak nyaman lagi pasalnya mereka menganggap perubahan status ini tidak memenuhi ketentuan dan ada unsur pemaksaan.
"Dari awalnya saja sudah bermasalah dengan adanya indikasi pemalsuan tanda tangan. Ini kan sudah menyalahi aturan dan sudah mengarahkan ke kriminal, " tandas Sukirta.
Sukirta dan Darmada mengancam jika hal ini tidak ditindaklanjuti mereka akan mendatangi gedung dewan dengan membawa massa yang lebih banyak.
"Kami berharap masalah ini agar ditindaklanjuti sehingga status kelurahan kembali berubah menjadi desa," harap Sukirta.
Sementara itu, Putu Dwita mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah ini. "Aspirasinya akan kami segera tindaklanjuti," katanya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4424 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1985 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1509 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 932 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun