Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Penyegelan Galian C Liar Diwarnai Adu Mulut
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penyegelan galian C di Dusun Pangkung Manggis, Baler Bale Agung, Negara, Jumat (17/10) yang diusahakan oleh CV. Aditya Pradnya milik I Wayan Lahena diwarnai adu mulut antara Asisten Ketataprajaan Pemkab Jembrana, A.A. Gede Putrayasa dengan pemiliknya. Lahena tidak terima usahanya disegel lantaran dirinya masih mengusahakan galian C tersebut berdasarkan permintaan masyarakat untuk meratakan jalan desa.
Adu mulut tersebut berawal ketika Putrayasa menegaskan usaha yang dilakukan Lahena sejak 1997 terpaksa harus disegel sementara lantaran ijinnya sudah kadaluarsa 2 tahun lebih.
Baca juga:
Heboh Aksi Nekat Petani Sawit RI
"Pembinaan sudah seringkali kami layangkan kepada Saudara tapi Saudara tidak pernah hadir. Peringatan juga sudah kami berikan tapi Saudara masih tetap membandel. Hari ini penambangan Saudara kita hentikan namun reklamasi harus tetap jalan karena kewajiban. Jangan terus berhenti, kemudian lari," tegas Putrayasa.
Mendengar perkataan Putrayasa, Lahena mencoba membela diri dengan beralasan penambangan pasir yang masih dilakukannya semata-mata karena adanya permintaan masyarakat untuk menyambung jalan yang putus akibat penggalian tersebut. "Saya masih beroperasi karena ada permintaan masyarakat untuk menyambung jalan desa yang terputus," kelitnya sambil menunjukkan surat dari penduduk Dusun Pangkung Manggis.
Putrayasa kembali menegaskan pihaknya tidak akan menempuh jalan dialog lagi karena jalan tersebut sudah diupayakan pihaknya berkali-kali sejak tahun 2007 namun tidak mendapatkan respon dari Lahena.
"Dialog tidak perlu karena dialog sudah kita lalukan sejak setahun lalu. Pembinaan pun sudah kita lakukan secara manusiawi mulai dari pembinaan face to face sampai melayangkan surat tegoran. Ini sudah keputusan, prinsipnya usaha ini tidak punya ijin, tutup saja. Usaha ini liar," ujarnya.
Baca juga:
Heboh Aksi Nekat Petani Sawit RI
Merespon ucapan Putrayasa, Lahena emosi seraya mengatakan " Aktivitas saya dihentikan, saya tidak apa-apa. Tolong hargai saya, mengapa saya lakukan ini karena ada permintaan dari masyarakat. Ini suratnya," ujarnya dengan nada tinggi sambil kembali menyodorkan surat permintaan dari masyarakat tersebut.
Namun Putrayasa tetap pada pendiriannya untuk menghentikan segala aktivitas di lokasi galian C tersebut. "Aktivitas penggalian harus tetap dihentikan, tapi reklamasi tetap dilakukan sesuai dengan permintaan warga," tegasnya dengan nada tinggi pula.
Akhirnya emosi Lahena memuncak lalu mengatakan dirinya tahu ijinnya sudah habis dan hari inipun dia siap angkat kaki. "Saya sudah tahu ijin saya sudah habis. Hari inipun saya bisa angkat kaki," ujarnya sengit seraya berlalu meninggalkan tim. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7983 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5643 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan