Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Malam Ini Gelar Ritual di Pusat Lumpur Lapindo
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Rombongan Kabupaten Buleleng yang mengemban amanat spiritul berdasarkan Wangsit melalui I Luh Mudiasih Simang di Pura Dalem Puri, Desa Kubutambahan, Buleleng, Jumat (17/10) sore tiba di kawasan Lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Rombongan yang dipimpin Camat Kubutambahan, Made Suyasa berangkat dari Buleleng dengan membawa berbagai perlengkapan persembahyangan untuk melakukan prosesi secara Hindu dalam menghentikan semburan lumpur lapindo tersebut.
Malam ini kita akan melakukan persembahyangan di pusat lumpur lapindo sesuai wangsit yang disampaikan, awalnya jam dua belas tepat, tapi maju menjadi jam sepuluh malam, ungkapnya.
Dalam perjalanan menuju Sidoarjo, Rombongan juga telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait sebelum melaksanakan kegiatan ritual,†kita sudah lakukan pertemuan dengan Kapolsek Porong dan Humas Penanganan Lumpur Lapindo, selanjutnya kita juga melakukan persembahayangan di Pura Sidoarjo dan berkoordinasi dengan PHDI setempat,†ungkap Suyasa.
Menurut rencana, prosesi upacara di pusat semburan Lumpur Lapindo akan dilaksanakan sesuai dengan proses Upacara Persembahyangan umat Hindu, bahkan Rombongan dari Buleleng itu mendapat perhatian khusus dari masyarakat setempat yang berharap semburan lumpur dapat dihentikan. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7959 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5641 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan