Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Petani Pengotan Budidayakan Padi Gogo
Pengotan
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sejumlah warga Desa Pengotan, Bangli sejak beberapa tahun lalu memang tetap konsisten dalam mengembangkan padi gogo. Sebab selain memiliki lahan yang ideal untuk pengembangan komoditas pertanian ini, pengembangan jeruk yang sebelumnya juga dilakukan warga kini mulai berkurang setelah serangan hama dan penyakit.
â€Dulu kami memang sempat menanam jeruk, namun hanya bisa bertahan beberapa tahun saja. Kini kami kembali mengembangkan padi gogo,†ungkap I Nengah Pariana salah seorang warga ketika ditemui Beritabali.com di Pengotan, Bangli, Minggu (19/10).
Menurut Pariana, membudidayakan padi gogo relatif gampang dibandingkan dengan jenis lainnya. Masalah yang sering dihadapi oleh warga hanyalah masalah hujan. Sebab perkembangan padi gogo tergantung pada curah hujan khususnya ketika penanaman bibit dilakukan.
â€Jika curah hujan bagus, kami sama sekali tidak mengalami kendala,†tegasnya seraya menambahkan, Desa Pengotan yang selama ini dikenal sebagai kawasan bayang-bayang hujan memang sangat membantu petani untuk mengembangkan padi gogo.
Terkait dengan penyediaan bibit, Pariana mengaku tidak menemukan kendala, umumnya warga telah mempersiapkan bibit pasca panen tahun sebelumnya. â€Petani memang telah mempersiapkan bibit pada awal panen sebelumnya. Jadi kami tidak perlu pusing memikirkan bibit,“ tegas Pariana.
Kualitas beras gogo di Pengotan selama ini memang dikenal sangat baik. Selain bulirnya besar, jika dimasak juga sangat gurih yang bisa mengundang selera konsumen.†Sejak jaman dulu beras gogo kami cukup dikenal warga,†tegas Pariana.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Perhutanan Bangli, Ir. I Ketut Sutrisna mengakui produksi padi gogo di Bangli mencapai rata-rata 800 ton tiap tahun. Hal inilah yang menyebabkan Bangli termasuk daerah yang bebas rawan pangan.
â€Selain padi gogo, petani di Pengotan juga mengembangkan jagung, ketela serta tanaman pangan lainnya,“ tegas Ketut Sutrisna. (bgs)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7941 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5638 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3542 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan