Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ratusan Buruh Gelar Aksi Demo Tolak SKB 4 Menteri
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ratusan buruh menggelar aksi demo menolak surat keputusan bersama atau SKB 4 Menteri di DPRD Bali, Renon, Rabu (29/10).
Dalam orasinya para buruh menilai, SKB 4 menteri merupakan bentuk keputusan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat sehingga harus dibatalkan.
Para buruh merekomendasikan seharusnya pemerintah menurunkan harga BBM (bahan bakar minyak) dan menaikkan upah buruh agar daya beli masyarakat meningkat.
Selain itu pemerintah juga dituntut menghapus tarif ekspor dan meningkatkan tarif impor terutama untuk barang-barang konsumsi.
Koordinator aksi buruh, Ikhsan Tantowi menyatakan jika pemerintah menetapkan kenaikan upah buruh yang didasarkan pada pertumbuhan ekonomi nasional hanya bentuk upaya untuk memindahkan beban krisis kegundahan rakyat.
Kalau kenaikan upah buruh hanya didasarkan pada patokan pertumbuhan ekonomi nasional, maka rata-rata kenaikan upah buruh di Bali hanya mencapai 48 ribu rupiah, jelas Ikhsan Tantowi.
Di sisi lain Ikhsan berharap, pemerintah menunda pembayaran atau penghapusan hutang luar negeri untuk dialokasikan bagi belanja sosial sehingga akan mendorong peningkatan daya beli pasar domestik.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2475 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun