Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
4 Pintu Masuk Bali Diawasi Ketat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menjelang eksekusi mati Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudera, pengamanan di 4 pintu masuk utama ke Bali diperketat. Peningkatan pengamanan ini akan dilakukan hingga pasca pelaksanaan eksekusi.
Selain menurunkan sekitar 6 ribu personilnya, Polda Bali juga meningkatkan pengawasan di 4 pintu masuk dengan menggunakan kamera pengintai cctv.
Kamera yang pengendaliannya dipusatkan di gedung Polda Bali ini berjumlah 23 buah tersebar di sejumlah titik di seluruh Bali.
Menjelang dan pasca pelaksanaan eksekusi Amrozi cs, Polda Bali meningkatkan pengawasan terhadap 4 pintu masuk utama Bali yakni Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Celukan Bawang, dan Bandara Internasional Ngurah Rai.
“Hingga kini kita belum menemukan indikasi adanya ancaman teror terhadap Bali. Meski demikian pengamanan di pintu masuk utama ini akan kita perketat,” kata Kapolda Bali Irjen T. Asikin Husein.
Sementara mantan Kapolda Bali yang kini menjabat Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau masyarakat Bali agar tetap mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung.
“Masyarakat Bali hendaknya tidak bereaksi secara berlebihan dan tetap ikut proses hokum yang berlaku,” kata Pastika.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2796 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2028 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1969 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1801 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun