Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Berpikir Positif Modal Saya Meraih Sukses
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, Kamis malam meluncurkan buku biografi berjudul Berpikir Positif Modal Hidup Saya. Buku ini menceritakan perjalanan hidupnya, yang sebagian besar dijalani dengan gaya hidup berpikir positif.
Buku biografi Jero Wacik ini ditulis oleh Wahyu Indrasto. Buku setebal 212 halaman ini bersampul hitam dengan foto Jero Wacik dan terdiri dari 17 Bab.
Buku yang diluncurkan di kawasan Hotel Grand Bali Beach, Pantai Sanur Bali ini, memuat kisah perjalanan hidup Jero Wacik mulai masa kanak-kanak di Kintamani, menempuh pendidikan tinggi di Institut Tehnologi Bandung, hingga sukses bergabung dalam kabinet Presiden SBY.
Dalam buku yang dilengkapi foto berwarna ini, putra dari Guru Nyoman Santi dan Ni Nyoman Sudiri yang asli Kintamani, Bali, menceritakan masa kecilnya yang melarat, hidup di bawah garis kemiskinan.
Karena hidup dalam kondisi yang serba pas-pasan, Jero Wacik menjadi anak tunggal, setelah 6 anak yang dilahirkan ibunya, Ni Nyoman Sudiri, semuanya meninggal dunia sebelum sempat dikenalnya.
Selain menceritakan perjalanan hidupnya yang diawali dengan kemelaratan, dalam bukunya ini Jero Wacik juga berbagai pengalaman tentang bagaimana ‘hebatnya’ pengaruh berpikir positif dalam perjalanan hidupnya.“Dari dulu saya selalu berpikir positif, saya tidak mau punya musuh, oleh karena itu tangan saya masih ‘perawan’ karena tidak pernah memukul orang, demikian juga wajah saya masih ‘perawan’ karena tidak pernah dipukul orang, jadi saya mau cari kawan sebanyak mungkin,†kata Jero Wacik, di depan undangan yang hadir dalam acara peluncuran bukunya.
Cara berpikir positif juga diterapkan Jero Wacik dalam kehidupan berpolitik. “Saya tidak sangat tidak setuju jika perbedaan dalam pandangan atau pilihan politik juga dikaitkan dengan hubungan pertemanan.
Karena beda pandangan politik, teman yang meninggal dunia tidak ditengok, saya tidak cocok dengan cara pikir seperti itu. Biarpun kita berbeda pandangan dalam hal politik seperti beda partai (politik), hubungan pertemanan harus tetap baik sampai kapanpun,†ujarnya bersemangat.
Cara berpikir positif ini juga, kata Wacik, yang mempengaruhi karirnya hingga sukses menjadi seorang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
Saya selalu positif, selalu tersenyum dan tertawa, baik pada setiap orang, tahu-tahu saya dipilih jadi Menteri. Hingga sekarang saya masih belum percaya, kenapa saya bisa terpilih jadi Menteri,†kata Wacik.
Lewat buku ini, Jero Wacik menyatakan ingin menularkan cara berpikir positif kepada setiap orang, agar kehidupan berbangsa dan bernegara di Negeri Indonesia semakin maju dan berkembang ke arah yang positif.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan