Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Maskapai Penerbangan Diminta Merger
BERITABALI.COM, BADUNG.
Maskapai penerbangan di Indonesia direkomendasikan untuk melakukan merger (penggabungan usaha) guna menghindari kebangkrutan usaha akibat dampak krisis ekonomi global. Upaya merger juga direkomendasikan untuk memperkuat maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia.
Selain itu agar maskapai penerbangan Indonesia tetap mampu bersaing dengan maskapai penerbangan internasional.
Kepala Penelitian Dan Pengembangan Kementrian Perhubungan Denny Siahaan dalam keteranganya di Jimbaran (20/11) menyebutkan merger merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempertahankan industri penerbangan di tanah air.
Kalau kita menghimbau supaya kuat konsolidasi-lah, ada yang merger supaya kuat, pasti lebih simple sehingga gak perlu lagi bengkel sendiri itu secara ekonomi lebih konprehensif,†kata Denny Siahaan.
Denny berharap maskapai penerbaangan di Indonesia juga tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan dan tidak menjadikan alasan krisis ekonomi sebagai upaya untuk mengesampingkan keselamatan penerbangan.
Apalagi saat ini pemerintah sedang mengembangkan program zero accident atau program penerbangan tanpa kecelakaan. Dimana salah satu langkah yang telah ditempuh yaitu menyiapkan undang-Undang penerbangan.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun