Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Maskapai Penerbangan Diminta Merger
BERITABALI.COM, BADUNG.
Maskapai penerbangan di Indonesia direkomendasikan untuk melakukan merger (penggabungan usaha) guna menghindari kebangkrutan usaha akibat dampak krisis ekonomi global. Upaya merger juga direkomendasikan untuk memperkuat maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia.
Selain itu agar maskapai penerbangan Indonesia tetap mampu bersaing dengan maskapai penerbangan internasional.
Kepala Penelitian Dan Pengembangan Kementrian Perhubungan Denny Siahaan dalam keteranganya di Jimbaran (20/11) menyebutkan merger merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempertahankan industri penerbangan di tanah air.
Kalau kita menghimbau supaya kuat konsolidasi-lah, ada yang merger supaya kuat, pasti lebih simple sehingga gak perlu lagi bengkel sendiri itu secara ekonomi lebih konprehensif,†kata Denny Siahaan.
Denny berharap maskapai penerbaangan di Indonesia juga tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan dan tidak menjadikan alasan krisis ekonomi sebagai upaya untuk mengesampingkan keselamatan penerbangan.
Apalagi saat ini pemerintah sedang mengembangkan program zero accident atau program penerbangan tanpa kecelakaan. Dimana salah satu langkah yang telah ditempuh yaitu menyiapkan undang-Undang penerbangan.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan