Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Gilimanuk Tidak Tambah Armada Kapal
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2009 (Nataru), Pihak ASDP gilimanuk tidak berencana menambah armadanya untuk melayani pengguna jasa penyeberangan. Pasalnya, berdasarkan pengalaman Nataru tahun-tahun sebelumnya moment tersebut tidak pernah terjadi antrean.
Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban, Jumat (19/12) mengatakan pihaknya belum berencana menambah kapal untuk melayani penyeberangan Gilimanuk-Ketapang karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, moment Nataru tidak pernah terjadi antrean.
"Kita tidak melakukan penambahan kapal tetap sebanyak 24 kapal, 17 KMP dan 7 LCT," katanya. Selain itu, imbuh Ospar, pihaknya juga sudah menuntaskan perbaikan dermaga ponton dan melakukan perbaikan rambu-rambu dan marka jalan. "Untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa penyeberangan, kita juga sudat selesaikan perbaikan dermaga ponton dan penambahan rambu-rambu dan marka jalan," imbuhnya.
Namun Ospar tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya antrean saat Nataru tahun ini." Bila terjadi antrean kami akan melakukan pengurangan waktu bongkar muat yang bila dalam kondisi normal waktunya 45 menit, namun bila terjadi antrean maka akan dikurangi menjadi 30 menit," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun