Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ditabrak Motor Ngebut, Dadong Tewas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang nenek yang tengah menyeberang jalan di lintasan Jalan Setiabudi Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng tewas di tempat akibat ditabrak sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor DK 2871 VJ, Roki Setiabudi (17) dengan pejalan kaki, Wayan Sujati (65) berawal saat korban menyeberang jalan. Namun akibat sepeda motor melaju dengan kencang, sang nenek akhirnya ditabrak hingga tewas di tempat.
Penyebab kecelakaan ini karena pengemudi sepeda motor kurang hati-hati saat melaju di Jalan Setiabudi Singaraja dan tidak melihat korban yang menyeberang karena malam hari, sehingga langsung ditabrak dan meninggal di TKP (tempat kejadian perkara), ungkap Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP. Andi Prihastomo, Sabtu (20/12) di Mapolres Buleleng.
Selain disebabkan faktor pengendara sepeda motor, Laka Lantas yang merenggut korban jiwa di Jalan Setiabudi Singaraja tersebut juga disebabkan kurangnya penerangan jalan.
Lampu penerang jalan juga menjadi kendala yang sering menimbulkan laka lantas karena kondisi jalan gelap, ujar Prihastomo.
Pengendara sepeda motor Roki Setiabudi, warga Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng masih diamankan di Mapolres Buleleng, sedangkan Unit Laka Sat Lantas Polres Buleleng masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk menyita barang bukti satu sepeda motor DK 2871 VJ.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan