Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Polisi Amankan Para Preman Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menyikapi ancaman warga Desa Cempaga Kecamatan Banjar untuk melakukan aksi penyerangan terhadap Desa Kaliasem mendapat respon dari Jajaran Polres Buleleng, bahkan dikabarkan polisi telah mengamankan sejumlah preman lovina yang dicurigai sebagai pelaku aksi pembunuhan warga Desa Cempaga.
Tidak diketahui secara pasti jumlah preman lovina yang diamankan Sat Reskrim Polres Buleleng hingga sabtu (3/1), sebab polisi dalam mengusut insiden Lovina itu bergerak secara diam-diam, sedangkan dari informasi terpercaya di Mapolres Buleleng menyebutkan sedikitnya ada tiga preman lovina termasuk pimpinannya Bagong telah diamankan dan diperiksa polisi.
“Memang benar orang yang dicurigai sudah diminta keterangan serta sudah diamankan karena berkaitan dengan pengembangan kasus, saya belum mengetahui secara pasti berapa orang yang diamankan, yang jelas lebih dari satu orang,” ungkap Pahumas Polres Buleleng Kompol I Made Sudirsa.
Pemeriksaan sejumlah preman lovina yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan nyawa Komang Ardi Wismaya hilang itu diwarnai dengan ketegangan, sebab disaat bersamaan puluhan warga Baliaga mendatangi Mapolres Buleleng.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2434 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun