Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Wisatawan Eropa dan Amerika Diprediksi Turun 40%
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wisatawan Eropa dan Amerika Diprediksi Turun 40%Asosiasi Biro perjalanan Wisata (ASITA) Bali memperkirakan
tingkat kunjungan wisatawan Amerika dan Eropa ke Bali pada tahun ini mengalami penurunan antara 30-40 persen. Krisis finansial di Eropa dan Amerika dipastikan menjadi penyebab utama pembatalan kunjungan oleh wisatawan Amerika dan Eropa untuk berkunjung ke Bali. Pada tahun lalu tingkat kunjungan wisatawan Amerika ke Bali rata-rata mencapai 4000-5000 wisatawan perbulan. Sedangkan wisatawan dari negara-negara Eropa mencapai 35.000-40.000 wisatawan per bulan.
Ketua Asita Bali All Purwa ketika ditemui beritabali.com di Denpasar (17/1) menyebutkan selain masalah krisis finansial, mahalnya biaya tranportasi juga menjadi salah satu penyebab pembatalan kunjungan wisatawan Amerika dan Eropa ke Bali. “Yang paling banyak akan turun pasti Eropa, Amerika, Kanada, itu karena faktor terbangnya itu kan selalu yang paling mahal” jelas Al Purwa
Dengan alasan dampak krisis ekonomi global, Dinas Pariwisata Bali juga menurunkan target kunjungan wisatawan pada tahun ini darti 2,1 juta wisatawan menjadi 1,8 juta wisatawan. Sedangkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selama tahun 2008 mencapai 1,9 juta wisatawan.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 738 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 371 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun