Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Penjaga Pantai Temukan Mayat Orok Bayi
Kedonganan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Penjaga Pantai Temukan Mayat Orok BayiPantai Kedonganan, Jumat (13/02) geger. Sesosok orok laki-laki ditemukan tewas di pinggir pantai tepatnya di depan perkantoran BP-KP2K, Jimbaran. Diduga bayi malang tanpa berpakaian lengkap itu, dibuang ibu kandungnya guna menutupi aib perselingkuhan.
Saksi mata di lokasi kejadian menerangkan, orok malang tersebut, kali pertama ditemukan penjaga pantai, Made Adi Wirata.
Saksi yang tinggal di Banjar Anyar Gede Kedonganan Jimbaran, awalnya berpatroli jalan kaki.
Tanpa disengaja, dari kejauhan, saksi melihat ke pinggir pantai, dimana orok malang tersebut tergeletak.
“Setelah didekati, ternyata benar, orok berjenis laki-laki dalam keadaan tewas dan terdampar di pinggir pantai,”jelas sumber.
Saksi kemudian melaporkan penemuan kepada warga setempat dan diteruskan melaporkan penemuan ke Polsek Kuta.
“Kita menduga, bayi malang ini dibuang ibu kandungnya yang tidak mau bertanggung-jawab,” beber Kanitreskrim Polsek Kuta AKP Made Karsa, Jumat (13/02).
Dikatakannya, jajaran Polsek Kuta, masih menyelidiki warga di seputaran lokasi, guna mendeteksi pelakunya. Sementara ini, orok malang tersebut masih diinapkan di kamar jenasah RSUP Sanglah.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun