Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Wartawan Radar Bali Ditemukan Tewas Mengambang
Padangbai
BERITABALI.COM, NASIONAL.
http://beritabali.com/tag/wartawan-tewasSetelah sempat menghilang selama 6 hari, wartawan Radar Bali Anak Agung Prabangsa, hari ini, Senin (16/2) ditemukan tewas mengambang di perairan Padangbai Karangasem.
Jenasah Agung yang Redaktur Koran Radar Bali ini ditemukan tewas mengambang pukul 9.40 pagi ini, di perairan Teluk Bungsil Padangbai, sekitar satu mil laut dari pelabuhan Padangbai. Jenasah ditemukan nahkoda kapal Perdana Nusantara yang sedang melintas.
Saat ditemukan, mayat Agung dalam kondisi mengambang terlentang tanpa baju dan hanya memakai celana panjang kain coklat.
Jenasah kemudian dibawa ke Pantai Bias Tugel, Desa Manggis dan selanjutnya dikirim ke RSUD Karangasem.
Dari hasil pemeriksaan medis sementara, korban mengalami luka parah pada bagian kepala sehingga sulit dikenali. Tangan patah serta ada beberapa luka sayatan. Korban dikenali karena di saku celana korban ditemukan dompet berisi identitas korban.
Aparat kepolisian Polres Karangasem masih menyelidiki penyebab kematian korban. Jenasah korban rencananya akan diotopsi di RSUP Sanglah Denpasar.
Agung Prabangsa meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. (bob)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun