Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Hasil Uang “Haramâ€, Berencana Dirikan Swalayan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
KKMInilah pengakuan dua tersangka, mantan Direktur Koperasi Karangasem Membangun (KKM), I Gede Putu Kertia dan Wijanegara (Manajer Ops KKM). Bila sukses ‘merampas’ uang rakyat, keduanya sepakat, akan mendirikan Swalayan di Karangasem.
Dalam pertemuan dengan Kapolda Bali Irjen Pol. T. Ashikin Husein, Selasa (24/02), dua tersangka mengatakan, ide untuk mencetuskan program bergulir KKM, adalah ide sendiri. Tidak ada orang ketiga. Namun demikian, tujuan mereka mendirikan KKM, adalah untuk mengembangkan usaha perdagangan, dalam bentuk swalayan.
“Tujuan kami untuk menghimpun dana. Kalau sudah terkumpul, akan dikembangkan ke usaha perdagangan mendirikan swalayan,†beber Wijanegara, Selasa (24/02), dihadapan wartawan dan pejabat Polda Bali.
Mereka mengakui, dengan kejadian ini, apalagi kasusnya sudah diungkap polisi, mereka tak akan bisa mengumpulkan uang ratusan juta, sebagai bentuk tanggung-jawab pengembalian uang para nasabah. Karena mereka tidak menanam saham di KKM.
Namun Kertia menolak anggapan, mereka akan kabur, setelah tidak mampu membayar para nasabah dalam urutan terbawah. “ Tidak ada pikiran kami untuk kabur,â€katanya mengelak. Hanya saja pada saat ditanya, ketika nasabah baru tidak ada, apakah mereka sanggup membayar uang para nasabah yang berada paling urutan terbawah ? Ditanya demikian, keduanya pangling alias tidak bisa menjawab.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan