Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Hutan Bali Barat Rawan Pohon Tumbang
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Hujan deras dan angin kencang yang sering terjadi di Jembrana harus mendapatkan kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan Denpasar-Gilimanuk utamanya jika memasuki jalur hutan Bali Barat. Pasalnya di jalur tersebut rawan pohon tumbang lantaran pohon yang tumbuh di sepanjang jalur tersebut banyak yang sudah lapuk.
Kapolsek Melaya AKP I Nengah Mandi. S.Sos, seizin Kapolres Jembrana, Senin (2/3) mengatakan saat musim hujan jalur utama yang masuk di kawasan hutan Bali Barat, sangat rawan pohon tumbang. Sebab disisi jalan itu banyak pohon yang batangnya sudah lapuk dan mudah roboh karena tidak kuat menahan beban air hujan yang menimpa daunnya ditambah hembusan angin kencang.
“Beberapa pohon yang lapuk sudah tumbang bahkan sampai mencelakai pengguna jalan karena menghindari pohon itu,” ujarnya.
Lurah Gilimanuk, I Ketut Eko Susilo juga membenarkan kalau jalur utama yang masuk kawsan hutan Bali Barat yang panjangnya sekitar 10 km itu, rawan pohon tumbang atau ranting pohon yang patah saat hujan turun. “Jalur itu harus diwaspadai penguna jalan,” ujarnya.
Susilo mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNBB dan Resort Polisi Hutan untuk meminta agar pohon-pohon hutan di pinggir jalan utama itu bisa dipangkas karena sangat membahayakan terutama saat musim hujan dan angin kencang. (dey)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun