Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Galungan, Pedagang Luar Jembrana Panen
Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
galunganHari Raya Galungan rupanya mendatangkan rejeki tersendiri bagi sejumlah pedagang dari luar Jembrana maupun Bali. Pasalnya mereka memanfaatkan moment ini untuk mengais rejeki dengan berdagang pakaian, perabotan rumah tangga, mainan anak-anak sampai berdagang makanan dan minuman.
Pemandangan ini tampak di Lapangan Desa Pergung, Mendoyo yang secara rutin menggelar pasar dadakan. Pantauan di lokasi, Kamis (19/3), pasar dadakan yang pedagangnya didominasi oleh pedagang dari Sumatera dan Jawa tersebut dipadati oleh ribuan pengunjung. Saking padatnya pengunjung pasar dadakan yang berlokasi di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk tersebut membuat jalan protokol itu sering macet. Polisi lalu lintas maupun pecalang harus bekerja ekstra untuk mengaturnya.
”Lumayan ramai tapi lebih ramai Galungan lalu,” ujar Anas, salah seorang pengelola permainan bola gelinding asal Riau-Sumatera. Menurut Anas yang selalu membuka stand seperti ini setiap hari raya Galungan ini, dalam sehari permainan ini mampu meraup keuntungan bersih minimal Rp.200 ribu. “Saya cukup bayar sewa los Rp. 200 ribu sampai pasar dadakan itu berakhir pada umanis Kuningan.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun