Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tabrakan, Pendarahan di Perut, Turis Swiss Tewas
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
http://beritabali.com/tag/turis-tewasSeorang turis warga Negara Swiss, Gouriten (30), yang tinggal sementara di vila Pagan Padang Inn, Kuta Selatan, tewas mengenaskan. Korban tewas mengalami pendarahan di perut, setelah tabrakan di Jalan Labuan Said, depan vila Laut Pecatu.
Kasat Lantas Poltabes Denpasar, Kompol Waluyo mengatakan, kejadian bermula saat Gouriten melintas dari arah utara menuju ke selatan menggunakan sepeda motor dengan nopol DK 2015 FP.
Dalam kecepatan tinggi, setelah tiba dilokasi, Gouriten terlalu mengambil haluan terlalu kekanan. Nah, disaat yang bersamaan, I Made Putra Jaya (32), warga Tempekan Pegangiri Sari, Pecatu, melaju kencang dari arah yang berlawanan. Dia mengendarai sepeda motor dengan Nopol DK 8081 EJ
Namun, karena jarak sepeda motor terlalu dekat, sepeda Gouriten ahirnya tidak bisa menguasai kendaraannya dan langsung menghantam sepeda motor milik Putra.
Akibatnya, Bouriten mengalami cedera pendarahan hebat dibagian perut. Beruntung, Made Putra Jaya selamat.
“Korban (Bouriten) meninggal saat dalam perjalanan ke RSU Kasih Ibu. Dari penyelidikan, korban kurang hati-hati mengendarai motor, sehingga kecelakaan,” sebut Kompol Waluyo. (Spy)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2427 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun