Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Diwarnai Tiga Pertikaian Antar Pemuda
BERITABALI.COM, BULELENG.
Rangkaian pelaksanaan Hari Raya di Buleleng sedikit ternoda dengan adanya tiga pertikaian antar pemuda. Diantaranya di Perbatasan Desa Petandakan dan Kelurahan Banyuning, Kelurahan Sukasada dan Kelurahan Astina.
Ketiga aksi pertikaian antar pemuda selama rangkaian Hari Raya Nyepi dan Kuningan di Buleleng secara terpisah itu nyaris menimbulkan aksi bentrok massa antar Kelurahan maupun Desa, namun berkat kesigapan Polisi hal tersebut dapat diredam, setelah mengamankan pelaku maupun korban, namun hingga Minggu (29/3) penanganan kasus pertikaian itu belum ditangani secara maksimal oleh polisi.
Peristiwa perkelahian pertama terjadi di didepan Kafe Jepun, Kelurahan Astina yang melibatkan Ketut Saptadi (23) warga Lingkungan Peguyangan, Kelurahan Astina dengan satu kelompok pemuda tak dikenal. Saptadi yang hendak membeli rokok, tiba-tiba dihadang dan dianiaya sekelompk pemuda yang sedang pesta miras dipinggir jalan.
Aksi pertikaian antar pemuda yang kedua berlokasi di kafe Nikki sebelah barat Terminal Sangket, Sukasada, dimana dua orang pemuda asal Desa Panji, I Gusti Nyoman Supardi (33) dan Gusti Putu Merta (47) yang minum miras di kafe Nikki dikeroyok sekelompok pemuda tidak dikenal.
Akibatnya, kedua korban yang diserang secara bersamaan mengalami luka cukup serius, lantaran dipukul secara membabi buta oleh sekolompok pemuda yang kini masih menjadi buronan polisi.
Sedangkan aksi ketiga terjadi disebuah warung dakocan yang berloksi di batas wilayah Kelurahan Banyuning dengan Desa Petandakan akibat salah paham, dua orang pemuda, I Gusti Ketut Yudi (23), warga Desa Petandakan dan I Gede Sustrawan (19), Warga Kelurahan Banyuning, bahkan dalam perkelahian yang nyaris melibatkan massa dari dua desa bertetangga tersebut, I Gusti Ketut Yudi mengancam Sustrawan dengan sebilah pisau.
”Penyebab tiga pertikaian antar pemuda secara terpisah itu dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, korban dan tersangka menyebutkan setelah melakukan minum-minum dengan mengkonsumsi minuman keras dalam ambang batas yang berlebihan, hingga kemudian berujung dengan salah paham dan berbuntut perkelahian,” ungkap Kapolres Buleleng, AKBP Istiyono.
Sementara, dalam penangganan ketiga kasus pertikaian antar pemuda tersebutm Jajaran Polres Buleleng akan melakukan tindakan tegas, namun demikian beberapa pelaku yang disnyalir sebagai pemicu masih diburu polisi.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2955 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun