Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Minta Polda Usut Tuntas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika merekomendasikan Polda Bali usut tuntas korupsi pajak air bawah tanah (ABT) yang melibatkan staf pemungutan pajak Kantor Unit Pelaksana teknis Dinas Pendapatan Bali Made Sujana. Rekomendasi tersebut disampaikan Pastika usai serah terima pejabat eselon II dan III di Renon (1/4).
Korupsi dilakukan dengan cara penggelapan pajak ABT, dimana pajak ABT yang seharusnya dibayarkan salah satu hotel nilainnya Rp. 1 juta perbulan ditagih Rp. 10 juta perbulan. Namun hanya Rp.1 Juta yang disetorkan ke pemerintah.
“Bayangkan saja pajak ABT salah satu hotel yang harusnya satu juta ditagih 10 juta. Hotel mau juga bayar, jadi berapapun harganya hotel mampu bayar. Tapi dari 10 juta yang ditagih, satu juta disetor, 9 juta untuk dugem” ujar Mantan Kapolda Bali ini.Pastika menyatakan menyerahkan seluruh proses peyelidikan kepada Polda Bali, termasuk penyelidikan terkait adanya tersangka baru. Mengigat dalam satu tahun saja tersangka telah mengantongi uang pajak sebesar Rp. 820 juta.
Pastika menambahkan seharusnya dalam satu tahun pajak dari ABT mencapai Rp. 50 Milyar , bukan hanya senilai Rp. 10 Milyar dalam satu tahun.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2714 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun