Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Diduga Serangan Jantung, PPS Desa Bontihing Tewas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang anggota PPS Desa Bontihing Kecamatan Kubutambahan akhirnya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah ambruk di TPS menjelang penghitungan. Ambruknya anggota PPS ini diduga akibat serangan jantung.
Musibah yang menimpa Nyoman Dana (39) anggota PPS yang berasal dari Dusun Kanginan, Desa Bontihing berawal saat proses pemunggutan suara telah dilakukan, namun disaat berdiri dan mengobrol tiba-tiba saja korban ambruk hingga terjatuh, namun saat dilarikan ke Rumah Sakit dalam perjalanan menghembuskan nafas terakhirnya.
“Anggota PPS ini terjatuh saat mengobrol menjelang melakukan penghitungan suara, kemungkinan penyebabnya akibat serangan jantung, sayangnya saat dilarikan ke rumah sakit sudah meninggal dunia,” ungkap Camat Kubutambahan, Made Suyasa.
Dengan ambruknya dan upaya pertolongan yang diberikan membuat sejumlah anggota KPPS daan PPS memeberikan upaya bantuan.Memang sempat tertunda beberapa jam untuk penghitungan hasil pemunggutan suara, tapi semua berjalan dengan lancar,” papar Suyasa.
Untuk memastikan kematian korban akibat serangan jantung, Polsek Kubutambahan bersama Tim Medis melakukan pemeriksaan awal pada tubuh korban Nyoman Dana sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3095 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2113 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun