Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Prabowo Janji Mundur Jika Petani Kesulitan Pupuk
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Calon Wakil Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subiakto mengkritik kebijakan pemerintah manajemen distribusi pupuk kepada petani. Prabowo mengklaim telah 4 tahun mengusulkan kepada pemerintah untuk mengubah distribusi pupuk tidak lagi melalui pedagang tetapi melalui pimpinan daerah.
Hal ini disampaikan Prabowo saat pelantikan tim pemenangan Mega-Pro propinsi Bali di Kesiman (1/6). Menurut Prabowo, distribusi pupuk seharusnya melalui Gubernur ke Bupati hingga ke Kepala Desa. Sebab para pemimpin daerah yang mengetahui jumlah petani dan kebutuhan pupuk di daerah masing-masing.
Prabowo berjanji, jika terpilih pada pemilihan presiden mendatang dan jika petani tetap mengalami kesulitan pupuk, maka Prabowo menyatakan akan mengundurkan diri sebagai wakil presiden.
“Sebagai Wakil dari Ibu Megawati dan pada saat itu saya tidak mampu membantu beliau dalam mengurus pupuk sampai ke petani, saya lebih baik mundur,” Ujar Putra Bagawan Ekonomi Indonesia ini.
Prabowo juga mengkritik kebijakan pemerintah yang melakukan ekspor pupuk keluar negeri. Mengingat petani di Indonesia juga masih kekurangan pupuk. Disisi lain, Prabowo menyatakan apa yang disampaikan bukan sikap umbar janji.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1105 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 819 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 755 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun