Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
Bali Masih Menjadi Pusat Perdagangan Penyu
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hasil investigasi lembaga pemerhati satwa ProFauna Indonesia menyebutkan Bali masih sebagai pusat perdagangan penyu di Indonesia. Namun ProFauna Indonesia memastikan perdagangan penyu di Bali mengalami penurunan hingga 80%.
Berdasarkan data ProFauna Indonesia pada tahun 1999 perdagangan penyu di Bali mencapai 27.000 – 30.000 penyu pertahun. Sedangkan pada dua tahun terakhir perdagangan penyu di Bali berkisar sekitar 2000 penyu pertahun.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid pada keteranganya di Kuta, Kamis (16/7) menyebutkan perdagangan penyu yang terjadi saat ini lebih banyak untuk kepentingan atraksi wisata. Padahal sebagai satwa langka yang dilindungi tidak dapat dimanfaatkan untuk atraksi wisata dengan alasan wisata konservasi.
“Misalnya mereka membikin taman-taman penyu yang ada di display, jadi ada semacam turtle park , tetapi yang tidak disadari bahwa penyu yang ada disana itu adalah tangkapan dari alam dari Sulawesi, dari Flores,” jelas Rosek Nursahid.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid menyatakan hasil investigasi ProFauna menemukan 6 taman penyu di Bali yang berkedok kawasan wisata konservasi. Dua diantaranya terdapat di Pulau Serangan dan Pulau Pudut. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4749 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2552 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2191 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1811 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1236 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun