Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bali Masih Menjadi Pusat Perdagangan Penyu
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hasil investigasi lembaga pemerhati satwa ProFauna Indonesia menyebutkan Bali masih sebagai pusat perdagangan penyu di Indonesia. Namun ProFauna Indonesia memastikan perdagangan penyu di Bali mengalami penurunan hingga 80%.
Berdasarkan data ProFauna Indonesia pada tahun 1999 perdagangan penyu di Bali mencapai 27.000 – 30.000 penyu pertahun. Sedangkan pada dua tahun terakhir perdagangan penyu di Bali berkisar sekitar 2000 penyu pertahun.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid pada keteranganya di Kuta, Kamis (16/7) menyebutkan perdagangan penyu yang terjadi saat ini lebih banyak untuk kepentingan atraksi wisata. Padahal sebagai satwa langka yang dilindungi tidak dapat dimanfaatkan untuk atraksi wisata dengan alasan wisata konservasi.
“Misalnya mereka membikin taman-taman penyu yang ada di display, jadi ada semacam turtle park , tetapi yang tidak disadari bahwa penyu yang ada disana itu adalah tangkapan dari alam dari Sulawesi, dari Flores,” jelas Rosek Nursahid.
Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid menyatakan hasil investigasi ProFauna menemukan 6 taman penyu di Bali yang berkedok kawasan wisata konservasi. Dua diantaranya terdapat di Pulau Serangan dan Pulau Pudut. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan