Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Siloam Bali Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi 3D Mapping
BERITABALI.COM, BADUNG.
Siloam Hospitals Bali terus memperkuat layanan jantung, khususnya dalam penanganan gangguan irama jantung atau aritmia, melalui penerapan teknologi 3D Mapping System yang dapat terintegrasi dengan Pulsed Field Ablation (PFA).
Teknologi tersebut dihadirkan melalui kolaborasi Siloam Hospitals Bali dengan Tawada Healthcare sebagai mitra penyedia teknologi dan solusi medis. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari pengembangan layanan elektrofisiologi untuk mendukung prosedur ablasi pada pasien dengan gangguan irama jantung.
Penerapan 3D Mapping System di Siloam Hospitals Bali pertama kali dilakukan pada 18 Oktober 2025 dalam sebuah prosedur yang dilakukan oleh dr. I Made Putra Swi Antara, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC.
Penggunaan teknologi tersebut menandai perkembangan layanan elektrofisiologi Siloam Hospitals Bali yang sebelumnya mengandalkan sistem pemetaan dua dimensi atau 2D.
3D Mapping System memungkinkan dokter memperoleh gambaran tiga dimensi mengenai anatomi dan aktivitas listrik jantung, termasuk posisi kateter secara realtime.
Informasi tersebut dapat membantu dokter memetakan area jantung yang mengalami gangguan irama sekaligus melakukan navigasi kateter selama prosedur dengan lebih terarah.
Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan PFA generator untuk mendukung prosedur ablasi dengan pemetaan yang lebih detail.
“Teknologi 3D Mapping memberikan kemampuan pemetaan yang lebih detail terhadap aktivitas listrik dan anatomi jantung, sehingga membantu kami melakukan prosedur ablasi secara lebih terarah. PFA juga merupakan salah satu perkembangan teknologi dalam elektrofisiologi yang dapat menjadi pilihan pada pasien tertentu sesuai indikasi dan evaluasi klinis.” ujar dr. I Made Putra Swi Antara, Sp.JP(K), FIHA, FasCC.
Pulsed Field Ablation atau PFA merupakan teknologi ablasi yang menggunakan pulsa listrik bertegangan tinggi dalam waktu sangat singkat untuk menghasilkan irreversible electroporation pada jaringan jantung yang menjadi target.
Berbeda dengan metode ablasi berbasis panas maupun dingin, PFA menggunakan energi listrik non-termal. Teknologi ini berkembang terutama untuk penanganan Atrial Fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium.
Dalam prosedurnya, kateter diarahkan menuju jantung dan pulsa listrik diberikan pada area target. Proses tersebut bertujuan membantu mengisolasi sinyal listrik abnormal yang menjadi pemicu gangguan irama jantung.
Meski demikian, pemilihan PFA maupun metode ablasi lainnya tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien berdasarkan evaluasi dokter.
Kolaborasi antara Siloam Hospitals Bali dan Tawada Healthcare menjadi bagian dari upaya menghadirkan perkembangan teknologi medis dalam layanan jantung di Bali.
Tawada Healthcare menyampaikan bahwa "kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui penyediaan solusi dan teknologi medis yang dapat membantu perkembangan layanan kesehatan."
Pengembangan layanan elektrofisiologi berbasis teknologi tersebut turut memperkuat kapabilitas layanan jantung Siloam Hospitals Bali. Kehadiran teknologi pemetaan tiga dimensi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Bali terhadap perkembangan teknologi dalam diagnosis dan penanganan gangguan irama jantung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan berkelanjutan Siloam Hospitals Bali dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, terintegrasi, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4325 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1876 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1371 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan