Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Jalur Setan Kembali Telan Korban
Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran sopir bus tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah yang berlawanan, satu nyawa melayang sia-sia di jalur setan Denpasar-Gilimanuk km 112. Dewa Kade Pariasa, warga Candikusuma, Melaya meregang nyawa setelah tabrakan adu jangkrik akibat keteledoran Muslih (38), sopir bus AKAP H 1627 H.
Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal dari melajunya bus AKAP dari arah barat. Tiba di TKP tepatnya di Dusun Nusasari, Melaya, bus yang dikemudikan Muslih mengambil haluan ke kanan dengan maksud untuk mendahului kendaraan tak dikenal di depannya.
Pada saat yang bersamaan dari arah yang berlawanan melaju Dewa Kade Pariasa dengan mengendarai sepeda motor DK 5437 WQ. Rupanya Muslih, warga Pati, Jawa Tengah ini tidak memperhatikan arus lalu lintas di depannya, sehingga tabrakan mautpun tidak terhindarkan.
Akibat kerasnya benturan yang dialami, Pariasa meregang nyawa di TKP akibat luka yang parah yang dideritanya. Pariasa mengalami lecet di kedua tanggan, luka robek di dahi kanan serta pendarahan dari telinga.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Nyoman Nuryana seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana, ketika dikonfirmasi, Minggu (19/7) mengatakan membenarkan kejadian tersebut.
“Sopir bus kita jadikan tersangka dan sedang kita periksa untuk proses kasus lakalantas yang mengakibat korban meninggal ini,” terang Nuryana. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan