Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ketua LPD Hilang, Bentuk Tim Penyelamatan
Gilimanuk
Kamis, 6 Agustus 2009,
16:54 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menghilangnya Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Gilimanuk, Gede Nirka sejak Selasa (9/6) lalu membuat sejumlah pengurus LPD kelimpungan. Pasalnya, sejumlah pemilik deposito tidak bisa menarik depositonya lantaran kas LPD diduga kosong. Mereka berencana akan meneruskan masalah ini ke jalur hukum.
Untuk itu, pengurus membentuk tim penyelamatan dana yang akan mengambil langkah untuk mengatasi macetnya pendanaan di LPD Gilimanuk.
Dari informasi yang dihimpun, tim penyelamatan dana ini beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat Gilimanuk dibawah komando Sukadana, SH. Tim ini akan bekerja selama 21 hari untuk mendata dana-dana yang mungkin bisa ditarik dari nasabah untuk membayar dana deposito dan tabungan milik nasabah lainnya.
-uKalau masalah dana itu belum bisa diatasi sejumlah pemilik
deposito berencana untuk menempuh langkah hukum,- ujar seorang sumber yang menolak namanya dionlinekan, Kamis (6/8).
Lurah Gilimanuk IGN Darma Putra yang dikonfirmasi, Selasa (6/8) membenarkan adanya pembentukan tim penyelematan dana nasabah ini. -uItu merupakan kewenangan pihak bendesa dan juga tokoh-tokoh masyarakat Gilimanuk,- ujarnya.
Darma Putra mengapresiasi positif pembentukan tim tersebut untuk mengatasi berbagai masalah, utamanya dana yang sedang melilit LPD Gilimanuk.
-uMengingat hingga kini Ketua LPD belum diketahui keberadaannya jadi perlu dilakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau hal ini dibiarkan akan menjadi bumerang,- jelasnya.
Darma Putra juga mengaku kalau dirinya sering menerima pengaduan dari warganya lantaran tidak bisa menarik tabungan atau depositonya. -uKami masih mencari solusi yang terbaik,- tandasnya.
Sejatinya, tanda-tanda LPD Gilimanuk akan kolaps sudah tercium sebelum Gede Nirka menghilang. Pasalnya, nasabah yang mendepositokan uangnya tidak mendapatkan bunga meski waktunya sudah tiba.
Ketika kejanggalan itu ditanya kepada pengurus LPD, mereka selalu diminta menunggu. Atas kejadian ini, timbul kecurigaan dari nasabah kalau terjadi kekosongan dana pada kas LPD Gilimanuk. Mereka lalu menarik tabungan dan deposito yang jatuh tempo secara bersamaan.
-uAda dugaan terjadi penyelewengan dana di tubuh LPD Gilimanuk yang nilainya mencapai ratusan juta,- ujar sumber tersebut. Sementara santer beredar isu kalau tabungan dan deposito milik nasabah LPD disimpan di Koperasi Karangasem Membangun (KKM) untuk meraih keuntungan besar.
-uNamun bukan untung yang didapat. Sekarang yang ada hanya masalah. Jangan salahkan kami menduga kalau ketua LPD menghilang karena tidak mampu mengatasi masalah keuangan di LPD,- pungkas sumber tersebut. (dey)
Untuk itu, pengurus membentuk tim penyelamatan dana yang akan mengambil langkah untuk mengatasi macetnya pendanaan di LPD Gilimanuk.
Dari informasi yang dihimpun, tim penyelamatan dana ini beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat Gilimanuk dibawah komando Sukadana, SH. Tim ini akan bekerja selama 21 hari untuk mendata dana-dana yang mungkin bisa ditarik dari nasabah untuk membayar dana deposito dan tabungan milik nasabah lainnya.
-uKalau masalah dana itu belum bisa diatasi sejumlah pemilik
deposito berencana untuk menempuh langkah hukum,- ujar seorang sumber yang menolak namanya dionlinekan, Kamis (6/8).
Lurah Gilimanuk IGN Darma Putra yang dikonfirmasi, Selasa (6/8) membenarkan adanya pembentukan tim penyelematan dana nasabah ini. -uItu merupakan kewenangan pihak bendesa dan juga tokoh-tokoh masyarakat Gilimanuk,- ujarnya.
Darma Putra mengapresiasi positif pembentukan tim tersebut untuk mengatasi berbagai masalah, utamanya dana yang sedang melilit LPD Gilimanuk.
-uMengingat hingga kini Ketua LPD belum diketahui keberadaannya jadi perlu dilakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau hal ini dibiarkan akan menjadi bumerang,- jelasnya.
Darma Putra juga mengaku kalau dirinya sering menerima pengaduan dari warganya lantaran tidak bisa menarik tabungan atau depositonya. -uKami masih mencari solusi yang terbaik,- tandasnya.
Sejatinya, tanda-tanda LPD Gilimanuk akan kolaps sudah tercium sebelum Gede Nirka menghilang. Pasalnya, nasabah yang mendepositokan uangnya tidak mendapatkan bunga meski waktunya sudah tiba.
Ketika kejanggalan itu ditanya kepada pengurus LPD, mereka selalu diminta menunggu. Atas kejadian ini, timbul kecurigaan dari nasabah kalau terjadi kekosongan dana pada kas LPD Gilimanuk. Mereka lalu menarik tabungan dan deposito yang jatuh tempo secara bersamaan.
-uAda dugaan terjadi penyelewengan dana di tubuh LPD Gilimanuk yang nilainya mencapai ratusan juta,- ujar sumber tersebut. Sementara santer beredar isu kalau tabungan dan deposito milik nasabah LPD disimpan di Koperasi Karangasem Membangun (KKM) untuk meraih keuntungan besar.
-uNamun bukan untung yang didapat. Sekarang yang ada hanya masalah. Jangan salahkan kami menduga kalau ketua LPD menghilang karena tidak mampu mengatasi masalah keuangan di LPD,- pungkas sumber tersebut. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026