Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Beberapa Danau Terancam Lenyap
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beberapa danau paparan banjir di Indonesia dalam 10-25 tahun ke depan dipastikan lenyap bila tidak terdapat upaya penyelamatan. Beberapa danau yang terancam lenyap yaitu Danau Tempe dan Danau Limboto.
Danau-danau tersebut terancam lenyap akibat sendimentasi berat. Selain itu kecendrungan munculnya fenomena El Nino pada 2009/2010 yang menyebabkan menyusutnya air danau pada musim kering.
Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar pada keteranganya di Sanur, Kamis (13/8) menyatakan kerusakan dana semakin diperparah oleh pencemaran yang tinggi.
“Banyak danau yang terancam akibat kerusakan keberadaannya, akibat pencemaran dan kerusakan ekosistem danau akibat kegiatan manusia,†jelas Witoelar.
Pemerintah Ramat Witoelar menyampaikan sebagai upaya penyelamatan danau pemerintah telah mencapai kesepakatan yang tertuang dalam “Kesepakatan Bali Tentang Pengelolaan Danau Berkelanjutanâ€. Kesepakatan ini ditandatangani oleh 9 menteri, diantaranya menteri Kehutanan, Pekerjaan Umum, Pertanian dan menteri Lingkungan Hidup.
Berdasarkan data Kementrian Negara Lingkungan Hidup di Indonesia terdapat 480 danau besar. Selain itu juga terdapat 735 danau kecil. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1971 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun