Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Hektaran Hutan Bakau Dicaplok
Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan hektar hutan bakau di wilayah Banjar Taman, Tuwed, Melaya sebentar lagi akan berubah menjadi pemukiman. Pasalnya, hutan bakau yang semestinya dijaga untuk menahan abrasi, dicaplok 31 warga untuk pemukiman yang dibekingi oknum kelian banjar setempat.
Dari informasi yang dihimpun, Jumat (21/8) 31 warga tersebut telah mengkapling-kapling 4,5 hektar hutan bakau tersebut menjadi beberapa bagian yang masing-masing luasnya mencapai 15-20 are.
“Yang baru kami pantau totalnya sekitar 4,5 hektar, dan kami curiga ada upaya untuk meluaskan pengkaplingan kepada lahan hutan bakau seluas 25 hektar yang merupakan lahan konservasi kelompok pelestari setempat, ujar seorang sumber yang menolak namanya dionlinekan, Jumat (21/8).
Kontan hal ini meresahkan warga di sekitar dusun penyanding lantaran dengan berubah fungsinya hutan bakau menjadi pemukiman tentunya akan mengancam semakin parahnya abrasi di pantai tersebut.
Mereka menduga, keberanian 31 warga tersebut mencaplok hutan bakau lantaran dibekingi oleh oknum kepala dusun setempat. kadus ini sudah main mata dengan pihak petugas PBB. “Kami khawatir hutan bakau ini akan disewakan menjadi tambak atau dipakai untuk kepentingan pribadi,” kata sumber tersebut. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun