Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Harimau di Bali Zoo Ditanam Microchip
Beritabali.com, Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasca matinya Harimau Sumatera di kebun binatang Taman Rimbo Jambi, pengamanan harimau di Kebun Binatang Bali (Bali Zoo) diperketat. Tubuh sepasang Harimau Sumatera yang ada di kebun binatang ini juga sudah dipasang microchip.
Pasca kematian Sherly, Harimau Sumatera di kebun binatang Taman Rimbo Jambi, akibat dibunuh dan dikuliti orang tak dikenal, pengamanan kandang Harimau Sumatera di Kebun Binatang Bali, Gianyar diperketat. Pengetatan pengamanan dilakukan secara internal maupun eksternal.
Secara internal, keamanan kandang dua Harimau Sumetera bernama Arimbi dan Dodo ini diawasi secara maksimal, untuk mencegah hilangnya harimau tersebut. Kesehatan dan pakan kedua Harimau Sumatera ini diawasi dengan ketat, dengan menugaskan keeper atau petugas khusus, yang terdiri dari dokter hewan, pembersih kandang, dan petugas pemberi makan.
“Sementara secara eksternal, pengamanan dilakukan dengan menanam alat pendeteksi microchip pada tubuh kedua Harimau Sumatera yang ada di kebun binatang ini. Alat ini berfungsi melacak keberadaan harimau jika hilang dari kandang,†jelas Wayan Mardana, manager konservasi Bali Zoo, hari ini.
Hingga saat ini, Kebun Binatang Bali di Gianyar memiliki koleksi delapan ekor harimau. 2 ekor merupakan jenis Harimau Sumatera, sementara sisanya berjenis Harimau Benggala India. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5009 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3420 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2152 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 867 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan