Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
160 Anak Terinfeksi HIV/AIDS
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) mencatat sekitar 160 anak di Indonesia umur dibawah 15 tahun terinfeksi HIV/AIDS. Sebagian besar anak-anak tersebut mendapatkan penularan HIV/AIDS dari orang tua. KPAN menilai jumlah anak yang terinfeksi AIDS di lapangan lebih banyak dari jumlah yang tercatat.
Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi menyatakan KPAN bersama beberapa dokter anak di Indonesia kini sedang mencoba melakukan terapi terhadap anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS. Termasuk mengusahakan penyediaan obat HIV/AIDS atau antiretroviral (ARV) khusus anak-anak, walaupun ARV anak tersebut masih di import dari India.
Menurut Nafsiah, pemerintah juga kini sedang berusuha menyediakan layanan pencegahan penularan HIV/AIDS dari Ibu ke anak. â€Mulai 2009 ini makin banyak rumah sakit dan dokter yang bisa melakukan upaya pencegahan dari orang tua kepada bayinya,†Jelas Nafsiah Mboi.
Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi mengakui stigma dan diskriminasi juga masih tetap terjadi di lembaga kesehatan, walaupun pasien HIV/AIDS tersebut adalah anak-anak. Menurut Nafsiah Mboi kedepan perlu adanya suatu upaya penanggulangan HIV/AIDS yang lebih fokus pada anak-anak dan remaja. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2454 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2012 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun