Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
BPOM Sita Ribuan Makanan Impor
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Denpasar, menyita ribuan makanan impor yang beredar dari tujuh toko yang ada di Denpasar dan Badung. Ribuan makanan impor tersebut disita oleh Balai POM saat melakukan sidak pada tanggal 2 dan 3 September.
Namun, makanan-makanan tersebut baru ditunjukkan kepada wartawan Jumat (4/9) siang. Ketujuh toko itu adalah Hardy's Sanur, Toko Bagus, CV. Karya Maju Mandiri, Toko Karya Nirmala, PT. Sukanda Jaya, Halsindo Dewata, dan PT. Kulina Utama.
Sedikitnya ada 92 jenis produk impor illegal tanpa izin yang terdiri atas 3.395 kemasan siap edar. Selain itu BPOM juga menyita 38 jenis makanan kadaluarsa yang terdiri dari 305 kemasan.
Makanan-makanan tersebut diimpor dari Australia, Spanyol, Afrika, Prancis, Italia, Hongkong, Amerika, dan Thailand. Produk itu antara lain permen haribo happy cola, selai dalmatia orange fig spread, romula caperberries, green seas tuna, dan classic simmer soup.
Kepala Balai POM Denpasar, Dra. Corry Panjaitan, Apt. mengaku belum tahu kapan barang-barang tersebut akan dimusnahkan. "Kita tunggu dulu, mungkin bersamaan dengan
produk lainnya," jelas Corry. (kus)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun