Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Winasa Melunak, Jam Sekolah Dimundurkan
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Desakan masyarakat untuk memundurkan kembali jam sekolah dari pukul 06.30 menjadi pukul 07.00 rupanya mampu melunakkan hati Bupati Jembrana, I Gede Winasa. Orang nomor satu di Bumi Makepung ini segera memerintahkan instansi terkait untuk melakukan kajian terhadap hal tersebut.
H. Mustain, salah seorang pengasuh pondok pesantren, Rabu (9/9) mendesak Winasa untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut lantaran dirinya mengaku merasakan sesuatu yang hilang pada anak-anaknya dengan diberlakukannya kebijakan masuk sekolah lebih pagi.
“Saya merasakan ada yang hilang dari anak-anak saya karena kebijakan masuk sekolah lebih pagi. Biasanya selesai sholat subuh mereka masih sempat mengaji atau bersih-bersih rumah tapi sekarang tidak ada lagi. Saya kira kebijakan masuk sekolah lebih pagi itu bisa dikaji lagi,†keluhnya.
Menanggapi keluhan H. Mustain tersebut, Winasa juga mengaku telah menerima banyak keluhan senada sehingga pihaknya berniat mengkaji kembali kebijakan tersebut.
“Memang perlu dikaji lagi. Saya sudah perintahkan Dinas Diporaparbud untuk mengkaji lagi kebijakan tersebut. Yang jelas saya tidak ingin jam sekolah berbenturan dengan jam kerja pegawai. Mungkin nanti akan maju setengah jam jadi jam tujuh. Kita akan upayakan agar bulan Oktober sudah bisa direalisasikan,†terangnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2547 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2017 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun