Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Winasa Melunak, Jam Sekolah Dimundurkan
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Desakan masyarakat untuk memundurkan kembali jam sekolah dari pukul 06.30 menjadi pukul 07.00 rupanya mampu melunakkan hati Bupati Jembrana, I Gede Winasa. Orang nomor satu di Bumi Makepung ini segera memerintahkan instansi terkait untuk melakukan kajian terhadap hal tersebut.
H. Mustain, salah seorang pengasuh pondok pesantren, Rabu (9/9) mendesak Winasa untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut lantaran dirinya mengaku merasakan sesuatu yang hilang pada anak-anaknya dengan diberlakukannya kebijakan masuk sekolah lebih pagi.
“Saya merasakan ada yang hilang dari anak-anak saya karena kebijakan masuk sekolah lebih pagi. Biasanya selesai sholat subuh mereka masih sempat mengaji atau bersih-bersih rumah tapi sekarang tidak ada lagi. Saya kira kebijakan masuk sekolah lebih pagi itu bisa dikaji lagi,†keluhnya.
Menanggapi keluhan H. Mustain tersebut, Winasa juga mengaku telah menerima banyak keluhan senada sehingga pihaknya berniat mengkaji kembali kebijakan tersebut.
“Memang perlu dikaji lagi. Saya sudah perintahkan Dinas Diporaparbud untuk mengkaji lagi kebijakan tersebut. Yang jelas saya tidak ingin jam sekolah berbenturan dengan jam kerja pegawai. Mungkin nanti akan maju setengah jam jadi jam tujuh. Kita akan upayakan agar bulan Oktober sudah bisa direalisasikan,†terangnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5049 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3422 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2162 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 875 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan