Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Seorang Nelayan Perkosa Anak di Bawah Umur
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Berkedok mencari alamat sekolah, seorang anak dibawah umur lagi-lagi menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang nelayan. Aksi itu dilakukan di tengah hutan di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, TNBB.
Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, PPA Sat Reskrim Polres Buleleng lagi-lagi menanggani kasus pemerkosaan anak dibawah umur.
Rabu (16/9) Unit PPA menerima pelimpahan kasus dari Polres Jembrana terkait aksi pemerkosaan yang menimpa seorang anak di bawah umur, sebut saja Mawar (15) yang dilakukan Ismail (44) seorang nelayan dari Gilimanuk, di sebuah hutan di Kawasan TNBB yang masuk wilayah Buleleng.
“Aksi yang dilakukan pelaku yang keseharian sebagai nelayan berawal dengan mendekati korban dan menanyakan keberadaan sekolah SMK, selanjutnya lantaran mengaku tidak tahu ia mengajak korban hingga ke sebuah hutan dan diperkosa,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Made Sudirsa.
Awalnya kasus pemerkosaan itu dilaporkan ke Polres Jembrana, namun lantaran lokasi peristiwa di Taman Nasional Bali Barat dan masih dalam wilayah Kabupaten Buleleng, penanganan kasus itu dilimpahkan ke Polres Buleleng.
†Kasus ini dilimpahkan penanganannya karena locus delectinya ada di Buleleng, kita akan tangani,†papar Sudirsa.
Dalam pelimpahan kasus pemerkosaan di TNBB tersebut, Sat Reskrim Polres Jembrana selain menyerahkan berkas acara pemeriksaan juga menyerahkan pelaku Ismail yang kemudian langsung diamankan dan ditahan di sel tahanan Mapolres Buleleng. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3338 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan