Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Bar dan Restoran Mailaku Terbakar
Beritabali.com, Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Diduga akibat konsleting atau hubungan arus pendek pada jaringan listrik, bar dan restoran Mailaku yang berada di pusat wisata Bina Ria Lovina Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng terbakar.
Kepulan asap dari plafon yang terbuat dari serabut kelapa, membuat karyawan bar dan restoran milik Made Jata panik dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Upaya karyawan, dibantu warga di sekitar lokasi, tidak mampu memadamkan api yang justru menambah kepulan asap.
Baca juga:
PLN Imbau
Konsleting listrik pada plafon ruangan bar dan restoran tersebut terjadi saat karyawan bar dan restauran milik Made Jata, tampak sibuk bersih-bersih untuk persiapan buka bar dan restoran.
Kepulan asap dari plafon, membuat karyawan panik dan menelpon pemilik sambil berupaya memadamkan api.
“Tidak bisa dipadamkan, kita kewalahan dan meminta bantuan pemadam kebakaran dan aparat kepolisian, kejadiannya saat kita melakukan persiapan mau buka restoran, tiba-tiba sudah ada asap dan api,” ujar seorang karyawan Mailaku, Rabu (23/9).
Untuk memastikan penyebab kebakaran, Jajaran Polsektif Kota Singaraja masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, namun untuk sementara, kebakaran tersebut diduga percikan api akibat korsleting yang menyulut serabut kelapa hingga mengepulkan asap dan terbakar. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7868 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan