Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ngantuk, Dua Nyawa Melayang Sia-Sia
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur setan Denpasar-Gilimanuk kembali meminta tumbal nyawa. Kali ini dua nyawa terenggut sekaligus dalam lakalantas di Jalan Sudirman, Negara lantaran pengemudi mengantuk.
Dari informasi yang dihimpun, Minggu (18/10), lakalantas yang merenggut nyawa masing-masing Rudi Cahyadi (25) dan Supriyanto (30) terjadi pada Minggu (18/10).
Peristiwa ini berawal dari arah timur melaju dengan kecepatan tinggi mobil L-300 pick up nopol P 8892 FB dikemudikan Rudi Cahyadi, sedangkan Supriyanto duduk disampingnya.
Tiba di TKP, diduga Rudi mengantuk sehingga mobil yang dikemudikannya keluar dari jalur dan mengambil haluan ke kiri hingga keluar ke bahu jalan sebelah kiri.
Baca juga:
Lubang Ozon Baru Terdeteksi di Daerah Tropis
Bertepatan di bahu kiri jalan, sebuah truk Hino nopol DK 8589 MA yang dikemudikan Komang Wirata (25), warga Desa Yehsumbul, Mendoyo tengah parkir. Akibatnya, tabrakan hebatpun tak terhindarkan sehingga bagian depan pick up ringsek.
Rudi Cahyadi dan Supriyanto tergencet dalam kabin pick up dan meninggal di TKP setelah mengalami cedera parah. “Rudi mengalami robek pada dagu dan dahi, jejas pada dada. Supriyanto patah tangan kanan, robek pelipis kiri, punggung kaki kanan. Mereka berdua meninggal di TKP,†terang Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seizin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana ketika dihubungi awak media, Minggu (18/10). (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan