Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mesuryak, Antarkan Leluhur Kembali ke Swarga Loka

Sabtu, 24 Oktober 2009, 12:36 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Ada yang berbeda pada perayaan Hari Raya Kuningan di Desa Bongan, Kecamatan Tabanan dengan daerah lainnya di Bali. Setiap hari Raya Kuningan warga di beberapa banjar yakni Banjar Bongan Gede dan Bongan Pala, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Tabanan selalu menggelar tradisi Mesuryak.


Tradisi yang memiliki makna mengantar kembali para leluhur ke swarga loka, kembali digelar Sabtu, (24/10).


Diyakini selama 10 hari sejak hari raya Galungan leluhur berada di rumah, dan tiba saatnya diantar kembali ke swarga loka pada Hari Raya Kuningan.

Sebelum tradisi mesuryak ini digelar, warga mengawali perayaan Hari Raya Kuningan dengan menghaturkan sesajen di merajan masing-masing. Kemudian dilanjutkan melakukan persembahyangan di Pura Dalem setempat.



Setelah prosesi upacara ini selesai, barulah masing-masing merajan melangsungkan tradisi Mesuryak yang diawali dengan persembahyangan bersama di merajan.


Tradisi Mesuryak dilalukan di depan kori (pintu gerbang) masing-masing yang dilengkapi banten dan sesajen yang bertujuan mengatarkan kembali para leluhur ke asalnya.

Yang menarik, dalam tradisi Mesuryak warga melempar uang yang kemudian diperebutkan oleh warga setempat lainnya. Pria, wanita, tua, muda dan anak-anak saling berebut mendapatan uang.

Besaran jumlah uang yang dibagikan tidak dipatok tergantung dari tingkat perekonomian warga.

Sejatinya secara niskala Mesuryak ini adalah untuk mengantarkan dewata/dewati (leluhur) kembali ke swarga loka, sedangkan secara sekala disimbulkan dengan melemparkan uang lalu diperebutkan banyak orang yang dapat diartikan melepas leluhur dengan suka cita, jelas Pak Putu Masuliadi salah satu tokoh masyarakat Bongan Gede.


Dikatakannya, tradisi ini sudah ada sejak dulu dan masih dipertahankan hingga kini. Tradisi ini ada sebelum saya lahir, pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami