Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Dua Kelompok Massa Bentrok
BERITABALI.COM, TABANAN.
Masalah sepele karena dipungut uang parkir saat berlibur di Pantai Soka, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan berbuah bentrokan dua kelompok masa, Senin (26/10).
Akibatnya, salah satu warga Desa Antap Bagus Suedinata (34) mengalami babak belur karena dihajar kelompok masa. Begitu juga salah satu pemilik rumah pengelola parkir Pantai Soka dirusak masa yang berjumah 30 orang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, Senin dini hari. Saat itu para pelaku yang berjumlah sekitar 30 orang datang mengendarai tiga buah mobil yakni mobil Hardtop DK 861 KC, carry pick up DK 9817 MA dan mobil Ferosa.
Tiba di lokasi, sekelompok orang langsung merusak papan nama dan memecahkan kaca rumah pengelola parkir Pantai Soka.
Tak berselang lama pelaku yang sebagian besar berbadan kekar menangkap Bagus Suedinata dan memasukanya ke Mobil Hard Top DK 861 KC.
Ternyata di dalam mobil tersebut sudah ada empat orang menunggu yakni Dogler asal Buruan, Koming, Moyo dan Alit dari Marga. Mereka berempat lalu melakukan penganiayaan sehingga korban babak belur dan sempat pingsan.
Mengetahui ada penyerangan warga sekitarnya langsung melapor ke polisi.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2049 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1825 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun