Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rambut Gimbal, Petaka Atau Keberuntungan ?
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain terkenal dengan kentang dan kompleks percandiannya, Dieng juga terkenal dengan anak-anak dengan rambut gimbal. Hanya saja, menurut kepercayaan masyarakat setempat, rambut gimbal tersebut dapat membawa keberuntungan atau justru sebaliknya dapat membawa petaka.
Cukup mudah menemukan anak-anak yang berambut gimbal ini. Konon, mereka dilahirkan sebagai anak-anak dalam kondisi yang normal. Namun, tiba-tiba rambut mereka berubah jadi gimbal saat mereka sembuh dari panas tinggi yang menyerang mereka.
Kepercayaan penduduk setempat, anak-anak yang berambut gimbal konon bisa membawa keberuntungan atau juga bisa membawa petaka.
Orang tua anak-anak berambut gimbal tidak mau ambil resiko. Ketika mereka ingin rambut gimbalnya dipotong, para orang tua wajib memenuhi semua permintaan anak mereka sebelum rambutnya dipotong.
Dalam memotong rambut gimbal itu tidaklah boleh sembarangan. Orang tua anak-anak berambut gimbal itu wajib membuat syukuran untuk memotong rabut gimbal anak-anak mereka. Lalu potongan rambut gimbal tersebut dibuang ke aliran sungai Serayu.
Dari informasi yang dihimpun, penyebab gimbalnya rambut anak-anak di Dieng ni tidak terlepas dari unsur keturunan. Ada juga yang menyebutkan kalau rambut gimbal itu bisa berfungsi praktis untuk melindungi kulit kepala dari dingin yang menyusup tulang.
Laporan Kontributor Jembrana dalam "Pers Tour Jembrana Go To Dieng Yogyakarta"
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan