Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Rambut Gimbal, Petaka Atau Keberuntungan ?
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain terkenal dengan kentang dan kompleks percandiannya, Dieng juga terkenal dengan anak-anak dengan rambut gimbal. Hanya saja, menurut kepercayaan masyarakat setempat, rambut gimbal tersebut dapat membawa keberuntungan atau justru sebaliknya dapat membawa petaka.
Cukup mudah menemukan anak-anak yang berambut gimbal ini. Konon, mereka dilahirkan sebagai anak-anak dalam kondisi yang normal. Namun, tiba-tiba rambut mereka berubah jadi gimbal saat mereka sembuh dari panas tinggi yang menyerang mereka.
Kepercayaan penduduk setempat, anak-anak yang berambut gimbal konon bisa membawa keberuntungan atau juga bisa membawa petaka.
Orang tua anak-anak berambut gimbal tidak mau ambil resiko. Ketika mereka ingin rambut gimbalnya dipotong, para orang tua wajib memenuhi semua permintaan anak mereka sebelum rambutnya dipotong.
Dalam memotong rambut gimbal itu tidaklah boleh sembarangan. Orang tua anak-anak berambut gimbal itu wajib membuat syukuran untuk memotong rabut gimbal anak-anak mereka. Lalu potongan rambut gimbal tersebut dibuang ke aliran sungai Serayu.
Dari informasi yang dihimpun, penyebab gimbalnya rambut anak-anak di Dieng ni tidak terlepas dari unsur keturunan. Ada juga yang menyebutkan kalau rambut gimbal itu bisa berfungsi praktis untuk melindungi kulit kepala dari dingin yang menyusup tulang.
Laporan Kontributor Jembrana dalam "Pers Tour Jembrana Go To Dieng Yogyakarta"
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun