Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ratusan Penumpang Selamat, Sembilan Luka Ringan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Insiden pesawat Batavia Air jurusan Denpasar-Surabaya yang mengeluarkan asap saat hendak berangkat hari ini menyisahkan trauma mendalam ratusan penumpang. Delapan korban rata rata mengalami luka lecet di tumit dan satu korban mengalami pergeseran tulang kaki.
Salah seorang penumpang, Mohamad Ahyad (34) mengatakan, Rabu malam kemarin, dia akan berangkat dari Surabaya menuju ke Kupang.
Sales tekstil ini bercerita, saat itu pesawat bernomor lambung 7P701, sudah tiba di atas wilayah bandara El Tari Kupang NTT. Namun pesawat tidak bisa mendarat karena ada penutupan bandara, menyusul adanya pesawat Merpati yang tergelincir.
Pesawat Batavia Air mendarat kembali di Bandara Tuban, sampai Bandara Eltari dibuka,jelas pemuda asal Surabaya ini, kepada beritabali.com, Kamis (03/12) siang.
Tiba di Bandara Tuban Rabu malam sekitar pukul 21.30 Wita, mereka hanya diberikan makanan ringan dan tidak diberikan penginapan. Alasannya, bukan karena kesalahan pihak Batavia. Mereka menunggu sampai pagi sehingga penumpang marah kepada petugas.
Setelah kami marah -marah baru dibelikan nasi kotak,ujarnya.
Kamis (03/12) sekitar pukul 10.00 Wita, mereka diperintahkan naik ke badan pesawat karena akan diberangkatkan. Akan tetapi, saat hendak take off, ratusan penumpang kaget melihat sayap kiri belakang mengeluarkan asap tebal.
Akibatnya ratusan penumpang yang berjumlah 148 orang jadi gaduh.
Kami keluar semua, gaduh jadinya. Takut juga ada sayap kiri belakang mengeluarkan asap tebal, bebernya.
Ratusan penumpang yang berdesakan keluar selamat. Cuma 9 yang mengalami luka ringan namun satu diantara penumpang mengalami pergeseran tulang kaki.
Yang dirawat di rumah sakit Graha Asih ada 6 orang. Yakni Germani Kiu (27) Linda Ulpa (20 asal Malang, Hendrika F Ellu (19) Kupang, Priono (50) SBY, Silsilia (27) asal Kupang, Mulyani (37) Jombang.
Sementara di RSUP Sanglah 3 orang. Yakni, Ahyad (34) SBY, Yanti (24) Kupang, Baidhoi (24) asal Probolinggo. Nama penumpang terakhir ini harus dioperasi karena tulangnya bergeser.
Demikian dijelaskan Dokter AA Ngurash Jaya Kusuma, Direktur Pelayan Medis dan Perawatan RSUP Sanglah. Dikatakannya, penumpang yang dirawat di sanglah 2 laki dan 1 perempuan.
Semua rata rata luka lecet di tumit. Satu (Baidhoi) dirawat intensif akibat tulangnya bergeser. Biaya ditanggung Batavia,ungkapnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan