Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ribuan TNI Polri Antisipasi Penyusup
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ribu anggota TNI Kodam IX Udayana dan Polda Bali ditambah pasukan pengamanan Presiden, siap mengamankan Bali Democracy Forum (BDF) yang berlangsung di Nusa Dua, pada tanggal 10 hingga 11 Desember.
Pada gelar pasukan di Niti Mandala Renon, Selasa (08/12), Panglima Kodam IX Udayana Mayjend TNI Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, pihaknya akan bahu membahu mengamankan kegiatan BDF bersama satuan Polri dan Paspamres (Pasukan Pengaman Presiden).
Pengamanan ekstra ketat ini dilakukan karena event international ini akan dihadiri sejumlah kepala negara dan dibuka oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhono.
Kita akan mengawasi ketat seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan setingkat kepala negara, tegasnya.
Pengamanan akan dilakukan sejak tanggal 9 Desember hingga tanggal 12 Desember 2009.
Untuk kerja satuan Paspampres, sedianya akan berada di ring satu, yakni pengamanan di VVIP, selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan BDF ini akan dikawal ketat oleh 2030 aparat keamanan. Jumlah tersebut terdiri dari aparat TNI dari Kodam IX Udayana sebanyak 1500 orang dan dari aparat kepolisian Polda Bali sebanyak 530 orang.
Dikatakannya, aparat keamanan saat ini sudah melakukan antisipasi terhadap berbagai aksi gangguan keamanan seiring berjalannya kegiatan BDF di Nusa Dua, Bali.
Diterangkannya, koordinasi langsung oleh Mabes TNI dan Polri sudah dilakukan secara operasional, dibawah kendali Kodam IX Udayana.
Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna mengatakan, aparat keamanan membuka ruang bagi komponen masyarakat yang ingin berunjuk rasa. Sepanjang mematuhi koridor hukum dan tidak melanggar aturan yang berlaku.
Masyarakat yang ingin orasi atau opini akan diatur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu BDF. Jangan sampai anarkis, kami akan tindak tegas,ucapnya tegas.
Pihaknya, kata Kapolda, akan mengantisipasi para penyusup dan pelaku terorisme, yang ingin melakukan aksi sabotase, peledakan, pembakaran, perusakan ataupun penembakan di event BDF.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun